Sebelum Pembedahan Dilakukan Dia Mengepalkan Tangan Kirinya , Tiba-tiba Sesuatu Terjatuh Dari Tangannya Dan Membuatkan Semua Doktor dan Jururawat Menangis!

Hari itu, di ranjang nomor 24, berbaring seorang wanita korea yang sudah siap untuk menuju ruang operasi. Sebelum masuk ke ruang operasi, anak dari pasien, yang masih berumur 5 tahun itu menangis dipelukan papanya, sambil berkata, “mama, aku dan papa menunggu mama keluar dan bermain bersama!”

 

Mendengar suara anaknya, wanita korea itu menjawab, “ya sayang” dengan suara sedikit tersendak.

Pasien 26 tahun ini mengidap tumor pada rahimnya, ukurannya kira-kira 5×6 cm, dan berpotensi menjadi tumor ganas. Tim dokter juga telah memberitahu suaminya, jika ternyata operasi ini tidak berhasil, maka harus dilakukan operasi yang lebih besar.

Sebelum operasi dimulai, suster memasangkan infus pada pasien ini. Namun, wanita korea ini mengepalkan tangan kirinya dengan sangat kencang, suster mengira bahwa dia sangat ketakutan, sehingga ia menghiburnya serta menyuruhnya untuk rileks dan membuka kepalan tangannya. Tapi, ia tetap saja mengepalkan tangannya dan tidak menghiraukan kata suster ini, karena tidak ada cara lain, maka suster pun menginfusnya lewat tangan kanan. Setelah jarum terpasang, ketua ku pun menyuruh aku dan anggota tim dokter lain untuk masuk ke ruang operasi.

Operasi yang berlangsung cukup singkat itu pun berhasil mengangkat tumor dalam Rahim pasien. Namun tetap saja harus menunggu hasil operasi untuk mengetahui apakah ada masalah lainnya. Saat kami sedang menunggu hasil operasi, tiba-tiba tangan kiri wanita tersebut terbuka sedikit. Aku melihat dia menggenggam sebuah benda berwarna merah. Aku pun menyuruh suster untuk memperhatikan benda ditangannya itu agar jangan sampai hilang.

Suster pun menyanggupi permintaanku.

Pasien kami pun bangun, menatap kami dan bertanya, “Dokter, bagaimana? Apakah operasi ku sudah selesai? Apakah hasilnya kurang baik? Aku takut tidak bisa bertemu dengan suami dan anak ku lagi.”

Kami memberitahu dia bahwa operasi berjalan dengan baik, sekarang tinggal menunggu hasil operasi, seharusnya tidak akan ada masalah besar.

Mendengar jawaban kami, mata pasien pun berkaca-kaca, benda di tangan kirinya jatuh ke lantai. Suster segera membantu mengambil benda itu, ternyata itu adalah sebuah jimat berwarna merah bertuliskan: Semoga operasi Ling-Ling berjalan dengan baik, aku dan anakmu menunggu kamu.

“Ling-Ling adalah nama ku”, ucap wanita korea itu malu-malu.

Aku dan tim dokter lainnya pun menangis terharu melihat tulisan itu.

Saat mengantar pasien keluar ruangan operasi, suami dan anaknya langsung menghampiri. Melihat istrinya, ia bertanya, “Ling-Ling, kamu tidak apa-apa kan? Aku dan anak mu terus menunggu di luar, waktu terasa sangat lama, sekarang akhirnya kamu sudah keluar.” Pria setinggi 180CM itu tiba-tiba menangis.

Melihat papanya menangis, anak kecil ini pun ikut menangis sambil berkata, “Pa, papa kenapa menangis? Bukankah saat mama di dalam tadi, papa selalu bilang kalau mama akan segera bermain bersama kita? Sekarang mama sudah keluar, kenapa papa malah menangis? Kenapa?”

Beberapa hari setelah operasi, kami selalu melihat suaminya selalu berada disamping wanita korea ini, membantunya menuangkan air, dan menemaninya ngobrol.

5 hari setelah operasi, laporan pun keluar. Hasilnya cukup memuaskan. Semua berjalan dengan baik, dan tidak ada masalah. Pasien pun sudah diperbolehkan keluar rumah sakit. Saat mau meninggalkan rumah sakit, mereka bertiga berpamitan dengan kami. Suaminya meminta maaf atas kejadian di depan ruang operasi itu, dan meminta kami jangan menertawakannya.

Atasan ku tertawa sambil berkata, “Melihat kamu hari itu, kami sangat iri pada istri mu, betapa beruntungnya ia memiliki suami seperti kamu, yang begitu perhatian. Sekarang dia telah selesai operasi, meskipun hanya operasi keci;, tapi ingat, kamu harus tetap menjaga istrimu dengan baik, mengerti?”

Suami pasien itu terus menanggukkan kepalanya, dia mengatakan bahwa dia sangat pintar memasak dan tidak akan membiarkan istrinya berkeringat.

Siapa bilang bahwa rumah sakit adalah tempat yang hening? Siapa bilang bahwa operasi hanyalah alat-alat yang bekerja? Sebenarnya di rumah sakit, kami sering menemukan banyak sekali orang yang mengeluarkan isi hatinya dan membuat hubungan keluarga semakin erat!

sumber

The post Sebelum Pembedahan Dilakukan Dia Mengepalkan Tangan Kirinya , Tiba-tiba Sesuatu Terjatuh Dari Tangannya Dan Membuatkan Semua Doktor dan Jururawat Menangis! appeared first on Exora Maroon.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*